Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

sinopsis Sarjana Muda


Langgeng sesosok pemuda kritis yang hanya berbekal suatu tekad atas kemiskinan di tanah kelahirannya, mempunyai mimpi dan cita-cita mulia didalam hatinya. Berjuang keras untuk melawan takdir atas kemiskinan yang ia derita, namun dia tak putus asa untuk menggapai mimpinya tersebut. Halang rintang dapat ia singkirkan satu persatu demi mewujudkan impiannya. Setelah berjuang keras untuk menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang Sarjana. Langgeng semakin yakin bahwa impiannya akan segera tercapai. Dengan semangat yang terus berkobar ia pun mengambil keputusan untuk pergi ke Jakarta meninggalkan tempat kelahirannya untuk sementara waktu. Langgeng berjanji begitu ia sukses, ia akan kembali ke desanya untuk membangun desa tersebut, itulah impian Langgeng selama ini.
Gegas senja di kota Jakarta ternyata amat berbeda dengan yang ada di desanya. Langgeng di tuntut untuk menjadi orang yang tertinggal, terbentur, bahkan terjatuh dari gedung pencakar langit. Setelah sekian bulan ia menjadi sarjana pengangguran di Jakarta karena tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan hati nuraninya. Kini ia pun memetik hasil manis dari hasil perjuangannya selama ini. Ia memulai untuk membuka usaha restoran yang tidak kalah dengan restoran-restoran bintang lima. Langgeng menerapkan strategi yang unik untuk restorannya, yaitu dengan mengkombinasikan bumbu-bumbu antar daerah. Sealain itu, Langgeng mengikut sertakan restorannya dalam ajang kontes yang sangat membantu untuk mendongkrak citra restorannya tersebut. Karena usaha retoran yang dibangun Langgeng dan teman semasa kuliahnya telah berkembang pesat maka Langgeng pun menyerahkan kendali restoran tersebut ke tangan temannya. Langgeng akan kembali ke desa, untuk membangun desanya.
Dengan modal kesuksesan membangun usaha di Jakarta, Langgeng semakin mantap dan dekat untuk mewujudkan impiannya dengan modal yang ia punya. Sesampainya di desanya, Langgeng tanpa membuang waktu untuk membangun pariwisata Waduk yang dejet dengan desanya. Dalam wakduk tersebut Langgeng ingin membuka dan mengembangan perekonomian desanya tersebut dengan menarik turis domestic dan mancanegara untuk berkunjung ke desanya. Impinnya pun kita telah tercapai, Langgeng pun tersenyum manis dengan hasil yang ia dapat.

Sesuatu yang kita kerjakan dengan hati dan tanpa menyerah akan membuahkan hasil,,,,
Sooo, jangan cepet putus asa hanya karena rintangan yang dihadapi sangat banyak. Alangkah baiknya bila kita mencontoh sosok Langgeng…………………………

Minggu, 27 Maret 2011

karya tulis

Karya Tulis merupakan hasil dari suatu proses bernalar penulisnya, jadi tidak salah jika kita menilai seseorang dari sebuah karya tulisnya?!
Saya rasa itu pendapat yang benar, karena menulis itu butuh penalaran dan konsentrasi yang cukup tinggi.  Dengan membaca penulisan sebuah novel saja kita dapat dengan mudah untuk menilai penulisnya.
Sebagai contoh :
Novel Sarjana Muda :


Dalam novel ini sang penulis sangat jeli terhadap realita yang terjadi di Indonesia, dari masalah politik dan ekonomi. Penulis ingin menggambarkan bagaimana ia sangat mendambakan seorang pemimpin bangsa yang sangat adil dan bijaksana. Disamping itu sang penulis menggambarkan pula bahwa ia sangat mengiginkan pendidikan secara merata. Ia ingin memberitahukan bahwa pendidikan juga sangat diperlukan bagi orang yang tidak mampu. Lewat buku ini pula penulis menuangkan sebuah pemikiran yang sangat realita tentang masalah  politik dan ekonomi  ( dimana suap bisa terjadi dimana saja dan bagaimana perjuangan seorang anak yang lahir dari keluarga tidak mampu untuk mewujudkan impiannya yaitu memajukan desa dimana ia tinggal  ). Bahkan lewat sosok Langgeng penulis menumpahkan kegeramanya terhadap situasi didalam negeri kita ini.
Dari novel ini kita dapat melihat bagaimana penulis melakukan penalarannya terhadap suatu masalah yang terjadi dalam kehidupan di sekitar kita. Lewat novel ini kita secara tidak langsung dapat secara tidak langsung berinteraksi dengan penulis.


Jumat, 18 Februari 2011

China Semakin Kuat


China Semakin Menguasai Pasar Global
          Naga – naga China semakin kuat menancapkan cakar-cakarnya dalam perekoniam global. Hal ini terlihat dengan gencarnya produk-produk China kepasaran Internasional salah satunya ke negara Indonesia. Produk China yang di pandang memiliki produk dengan kualitas rendah, kini mereka berhasil mendobrak pasar global dengan menargetkan produk serta industry high-end dan terlibat dalam kegiatan value-added seperti teknologi, desain, dan R and D.
          Sebenarnya apa yang menjadi kunci bagi bangsa China sehingga mereka mampu menantang dan meruntuhkan para pesaing mapan seperti Nokia, LG, Intel, dan Philips? Kunci sang naga dapat mencapai kesuksesan tersebut adalah dengan menerapkan beberapa strategi yaitu:
  • Cost Innovation : strategi yang memanfaatkan keunggulan dalam hal biaya untuk menawarkan produknya dengan harga khusus. 
  • Memanfaatkan jaringan internasional
  • Mendobrak pola piker kuno dengan memanfaatkan bebragai peluang baru yang diciptakan oleh glonalisasi.
·   
·                                   
Dengan strategi yang mereka miliki maka ekspansi yang mereka lakukan akan semakin gencar dengan melihat kelemahan para kompetitornya dan berusaha untuk mengeksploitasi kelemahan tersebut.
                            
Lalu bagaimana perusahaan multinasional dapat bertahan dan melawan ancaman dari naga-naga China tersebut??? Sebagai perusahaan multinasional harus mampu menerima, siap ataupun tidak bahwa segera ada revolusi biaya. Apabila perusahaan multinasional berpangku tangan dengan kondisi tersebut, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan kalah bersaing. Oleh karena itu, perusahaan multinasional harus mampu mengembangan strategi baru yang kreatif.
Pertama, perusahaan multinasional seharusnya mempelajari cost innovation. Kedua, menurut Williamson perusahaan multinasional melakukan penetrasi pada mass market di China. Mass market di China meliputi area rural yang dihuni sekitar 800-900 juta orang, yang merupakan porsi signifikan dan sejauh ini kurang dilirik oleh perusahaan multinasional. Ketiga, menurut Williamson apabila perusahaan multinasional tidak dapat memenangkan persaingan dengan perusahaan China maka perusahaan multinasional perlu mempertimbangkan kerjasama dalam bentuk aliansi. Partnership ini bukan hanya untuk melakukan penetrasi, melainkan dalam rangka menggabungkan kapabilitas yang ada supaya meningkatkan daya saing di pasar global. Contohnya 3com dan Huawei yang membentuk aliansi pada bisnis peralatan telekomunikasi.
Perusahaan nasional tentu mampu bersaing dengan China, namun itu bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dalam sekejap . untuk itu peusahaan multinasional harus serius dan memikirkan strategi untuk melawannya. Salah satu kunci suksesnya adalah dengan mengubah mind set. Orang-orang China memang mempunyai sesuatu yang bias dipelajari dan jika kita kombinasikan dengan kekuatan yang dimiliki perusahaan multinasional saat ini, tentunya akan menjadi pemenang global. Semoga Indonesia juga mampu untuk memenangkan persaingan global ini ya. . . . . Amieeeennn…