Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Program Corporate Social Responsibility Pada Indosat

Dewasa ini setiap Perusahaan harus memiliki program Corporate Sosial Responsibility sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen. Program Corporate Sosial Responsibility merupakan bentuk dari peranan perusahaan dalam peningkatan kepekaan, kepedulian terhadap lingkungan, masalah etika serta pengembangan kualitas masyarakat. 
Sebagai contoh CSR pada perusahaan Indosat yang berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia selain hal tersebut perusahaan Indosat juga tidak lupa untuk melakukan tata kelola  di dalam perusahaan yang baik. 

Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:

Organizational Governance
Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.
      
Sumber : www.indosat.com
Analisis :
Kegiatan CSR sangatlah penting dalam upaya membangun citra dan reputasi  perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan konsumen maupun partner bisnis pada perusahaan tersebut.


                          
















 

Jumat, 14 Oktober 2011

TEORI ETIKA BISNIS

Teori Etika bisnis, meliputi :
1.      Etika Taleologi
Berasal dari kata “telos=tujuan”,
Mengukur baik-buruknya tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut.
Dalam etika taleologi terdapat 2 aliran, yaitu :
a.      Egoisme Etis
Pandangan egois etis adalah setiap orang bertindak sesuai dengan tujuan yaitu untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
b.      Tori Utilitarisme
Inti dari teori ini adalah :
·         Utilitas berarti bermanfaat
·         Menekankan pembangunan berkesinambungan
·         Dibedakan menjadi 2 hal, yaitu:
·         Utilitariasme Perbuatan yaitu diterpakan pada aturan
·         Utilitarisme Aturan yaitu membatasi diri pada aturan-aturan moral
·         Teori yang cocok dengan pemikiran ekonomis, hal ini disebabkan karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analisys. Maksud hal itu adalah manfaat yang dimaksudkan utilitarisme bias dihitung seperti menghitung untung dan rugi dalam konteks bisnis.

2.      Teori Deontologi
Deontologi berasal dari bahasa yunani “deon” yang memiliki arti kewajiban.
Ciri teori ini adalah :
·         Utamakan perintah dan larangan agama
·         Mengutamakan keadilan
Ada 3 prinsip yang harus dipenuhi  :
a.      Supaya tindakan punya nilai moral, maka setiap tindakan harus dijalankan sesuai dengan kewajiban
b.      Nilai moral dari tindakan tidak bergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tersebut. Walaupun tujuan tidak tercapai, namun tindakan tersebut sudah dinilai baik
c.       Sebagai konsekuensi kedua prinsip tersebut, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

3.      Teori Hak
Inti pada teori ini adalah :
a.      Hak tidak dapat dipisahkan dari kewajiban
b.      Didasarkan bahwa martabat manusia adalah sama

4.      Teori Keutamaan
Inti pada teori ini adalah :
a.      Mementingkan sikap atau akhlak seseorang
b.      Virtuous live ( hidup berkeutamaan)
c.       Keutamaan tidak sama untuk setiap bidang
Keutamaan pembisnis : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keulutan

Selasa, 20 September 2011

Bisnis yang Tidak Beretika


ETIKA DAN BISNIS 
Apa yang dimaksud dengan etika???
Dan apa keterkaitan antara etika dan bisnis????
Secara sederhana etika adalah aturan – aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang ada pada lingkungan masyarakat yang dapat di nilai dengan baik atau buruk perilaku. Atau dengan kata lain etika adalah suatu cabang filosofi  yang berkaitan dengan ‘kebaikan’ atau kesusilaan dari perilaku manusia. Sedang etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi acuan dan pedoman menejer dalam mengambil keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.
Pada era persaingan global saat ini, perusahaan harus dapat mensinergiskan hubungan antara etika dan bisnis. Hal ini terkait dengan reputasi perusahaan yang baik dan dilandasi dengan etika bisnis yang baik maka perusahaan dapat mencampai sukses jangka panjang.
Namun, seiring dengan kompetensi yang semakin ketat dan konsumen yang selalu mengingikan produk yang baru dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produk tersebut membuat perusahaan besar dan kecil harus selalu berfikir keras untuk tetap mendapatkan laba yang diinginkan. Hal ini yang membuat perusahan – perusahaan mengabaikan etika berbisnis.
Masih segar di ingatan kita makanan-makanan yang sering kita jumpai dan mudah di dapat ternyata mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti ayam tiren, daging sapi dan ayam yang mengandung formalin dan boraks, terasi yang berbahan dasar belatung dan berbagai olahan makanan siap saji yang mengandung pewarna tekstil, formalin dan boraks. Sebagian contoh tersebut merupakan perusahaan kecil yang ada di sekitar kita yang sudah berbisnis mengabaikan etika, bagaimana dengan perusahaan besar?? Tidak hanya perusahaan kecil-kecilan saja yang melakukan bisnis tidak beretika, perusahaan besar pun melakukan praktik tersebut. Salah satunya adalah perusahaan yang memproduksi obat anti nyamuk Hits yang diketahui memakai bahan pestisida berbahaya serta PT. Lapindo Brantas. Dari kasus – kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan hanya berorientasi pada laba. Sehingga ada kesimpulan yang mengatakan bahwa dalam berbisnis etika yang diperlukan adalah bersikap sopan dan santun hanya kepada pemegang saham dan mengabaikan konsumen serta merugikan konsumen.
Namun, tidak semua perusahaan hanya berorientasi pada laba masih ada pula perusahaan yang beretika dalam berbisnis sehingga tidak merugikan konsumen. Sebaiknya konsumen lebih pintar dalam memilih jenis barang dan makanan yang terkadung dalam produk tersebut agar tidak dirugikan mengingat di negeri ini konsumen masih kurang mendapat perlindungan dari produk-produk yang membahayakan.  Untuk itu selalu ingat slogan “TELITI SEBELUM MEMBELI” agar kita terhindar dari produk-produk yang berbahaya mengingat masih banyak praktik bisnis yang mengabaikan etika.