Senin, 01 November 2010

Tema
“Kepuasan Konsumen”

Judul
“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LOYALITAS PASIEN
(Studi empiris pada Rumah Sakit Panti Wilasa “Ciatarum” Semarang)”

Pengarang
Nirsetyo Wahdi

Tahun
2006

Latar Belakang
Rumah sakit merupakan usaha pelayanan jasa kesehatan yang salah satunya berdasar pada azas kepercayaan sehingga masalah kualitas pelayanan, kepuasan Pasien dan Loyalitas Pasien menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilannya. Kualitas pelayanan akan dihasilkan oleh operasi yang dilakukan dan keberhasilan proses operasi ini ditentukan oleh beberapa faktor antara lain; faktor karyawan, sistem, teknologi dan keterlibatan pelanggan yang diharapkan memberikan kontribusi terhadap kualitas pelayanan yang tercipta.
Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan penyedia jasa. Dalam jangka panjang ikatan seperti ini memungkinkan penyedia jasa dapat memahami harapan pelanggan serta kebutuhan mereka. Dengan demikian penyedia jasa dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui usaha memaksimumkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan meminimumkan atau meniadakan pengalaman pelanggan yang kurang menyenangkan.
           
Perumusan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada pelayanan pasien yang melakukan rawat inap pada Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang. Pelanggan dan konsumen disini adalah pasien rumah sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang, sehingga istilah pelanggan, konsumen dan pasien yang digunakan dalam penelitian ini memiliki makna yang sama.
Dari permasalahan tersebut, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai pertanyaan penelitiannya adalah :
1.       Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan hidup terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?
2.      Bagaimanakah pengaruh Kualitas pelayanan, kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien rawat inap Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1.       Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?
2.      Menganalisis pengaruh Kepuasan hidup terhadap kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?
3.      Menganalisis pengaruh kepuasan Pasien terhadap loyalitas pasien rawat inap Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?
4.      Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien rawat inap Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang ?           

Metodologi Penelitian
1.    Jenis dan Sumber Data
a.      data primer  à diperoleh dengan menggunakan sejumlah instrument yang berupa kuesioner dan diolah untuk kepentingan penelitian.
b.      data sekunder à jurnal-jurnal penelitian terdahulu, data dokumen yang sekiranya diperlukan.
2.      Populasi dan Sampel
3.      Metode Pengumpulan Data
·         Uji Validitas Data
Uji validasi yaitu menunjukan sejauhmana suatu alat pengukur dalam kuesioner dapat menguur apa yang ingin diukur ( kuesioner )
·         Uji Reliabilitas Data
Indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dalam hal ini kuesione dapat dipercaya atau diandalkan.
4.      Teknik Analisis
·         Alat Analisis Data
Dua macam teknik analisis, yang digunakan adalah sebagai berikut:
Analisis faktor konfirmasi ( Confirmatory factor analysis ) pada SEM yang digunakan untuk mengkonfirmasi faktor-faktor yang paling dominan dalam suatu kelompok variabel. Regression Weight pada SEM yang digunakan untuk meneliti seberapa besar variabel-variabel kepuasan pasien, kualitas pelayanan, kepuasan hidup, tempat strategis dan loyalitas pasien. Pada penelitian ini regression weight digunakan untuk uji hipotesis H1, H2, H3, dan H4. Menurut Ferdinand, ( 2002 ) ada tujuh langkah yang harus dilakukan apabila menggunakan permodelan Structural Equation Model ( SEM).
Langkah tersebut antara lain :
1.       Pengembangan model berbasis teori.
Dalam langkah pengembangan model berbasis teori, hal yang harus dilakukan adalah melakukan serangkaian eksploitasi ilmiah melalui telaah pustaka guna mendapatkan justifikasi atas model teoritis yang akan dikembangkan. SEM digunakan bukan untuk menghasilkan sebuah model, letapi digunakan untuk mengkonfirmasi model tersebut melalui data empirik.
2.            Pengembangan diagram alur ( path diagram )
Langkah ini menggambarkan alur diagram untuk menyatakan nubungan antar konstruk dengan tanda panah, dimana tanda panah lurus menunjukkan hubungan kausal yang langsung. Ada dua kelompok konstruk yaitu antara lain:
a.  Konstruk Eksogen ( Exogenous Constructs ) atau disebut juga variabel independent
b.  Konstruk endogen ( Endogenous Constructs ) atau disebut juga variable dependen.
Adapun gambar alur penelitian ini tampak dalam gambar dibawah ini:
                       Diagram Alur
3.            Konversi diagram alur ke dalam persamaan
Persamaan yang didapat dari diagram alur yang dikonversi terdiri dari :
- Persamaan struktural (structural equation) yang dirumuskan untuk
menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk.
Variabel endogen = variabel eksogen + variabel endogen + error
- Persamaan spesifikasi model pengukuran (measurement model), dimana harus ditentukan variabel yang mengukur konstruk dan menentukan serangkaian matriks yang menunjukkan korelasi yang dihipotesakan antar
4.            Pemilihan Matrik input dan teknik estimasi serta model
SEM menggunakan input data yang hanya menggunakan matrik varians / kovanrians atau matrik koretasi sebagai data input untuk keseluruhan estimasi yang dilakukannya. Hair. et.al ( 1996) menemukan bahwa ukuran sampel yang sesuai adalah antara 100 - 200. Sedangkan untuk ukuran sampel minimum adalah sebanyak 5 estimasi parameter. Bila estimated parameternya berjumlah 20, maka jumlah sampel minimum adalah 100.
5.            Kemungkinan munculnya masalah identifikasi
Jika muncul problem identifikasi pada saat dilakukan estimasi, maka sebaiknya model dipertimbangkan ulang dengan mengembangkan lebih banyak konstruk.
6.            Evaluasi kriteria Goodness-of-fit
Untuk melaksanakan Goodness-of-fit maka diperlukan beberapa evaluasi terhadap data agar dapat memenuhi asumsi-asumsi SEM yaitu ukuran sampel, normalitas dan lineaaritas, outliers dan multicollinearity dan singularity. Disamping itu perlu diuji apakah model diterima atau ditolak, dengan menggunakan :
- X2 Chi Square statistic
Semakin kecil nilai X2 semakin baik model itu dan diterima berdasarkan probabilitas dengan cut-off value sebesar p > 0,05 atau p > 0,10 ( Hulland, et al, 1996 ).
- RMSEA (The Root Mean Square Error Of Approximation)
Merupakan sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi chi-square statistic dalam sampel yang besar ( Baumgarther & Homburg, 1996). Nilai RMSEA menunjukkan nilai Goodness-off-fit yang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi ( Hair, et al, 1995). Nilai RMSEA yang kecil atau sama dengan 0,08 merupakan indeks untuk dapat diterimanya model yang menunjukkan sebuah close fit dari model tersebut berdasarkan degrees of freedom ( Browne & Cudeck, 1993 ).
- GFI (Goodness-off-m Index)
Merupakan ukuran non-statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0 ( poor fit) sampai 0,1 ( perfect fit). Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah" better fit".
- AGFI ( Adjusted Goodness Fit Index)
Tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0,90 ( Hair, et al, 1996).
- CMIN/DF
Adalah The Minimum Sample discrepancy function yang dibagi dengan degree of freedo'mnya CMIN/DF merupakan statistik ch— square, X2 Dfnya sehingga disebut X2 ~ relatif nilai X2 ~ relatif kurang dari 2.0 atau 3,0 adalah indikasi atau acceptable fit antara model dan data (Arbucle, 1997).
- TLI ( Tucker Lewis Index)
Merupakan incremental index yang membandingkan sebuah model yang dibagi terhadap sebuah baseline model, dimana nilai yang direkomendasikan sebagai acuan diterimanya sebuah model adalah >. 0,95 ( Hair, et al, 1995 ) dan nilai yang mendekati 1 menunjukkan very good fit (Arbuckle, 1997).
- CFI ( Comperative Fit Index )
Rentang ini sebesar 0-1, dimana semakin mendekati 1 mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi - a very good fit ( Arbackle, 1997). Secara ringkas indeks-indeks yang dapat digunakan untuk menguji kelayakan sebuah model disajikan dalam berikut ini:
7.            Interprestasi dan Modifikasi model.
Model yang baik mempunyai standardized Residual Venance yang kecil. Angka 2,58 merupakan batas nilai standardized Residual Venance yang diperkenankan, yang diinterprestasikan sebagai signifikan secara statistik pada tingkat 5% dan menunjukkan
adanya predection error yang substantial untuk sepasang indicator

Kesimpulan
Secara umum, penelitian ini memberikan dukungan yang signifikan terhadap konsep yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang positif terhadap kepuasan pasien sebagai upaya integral meningkatkan loyalitas pasien.
Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa dari tiga variable terdapat dua variable yaitu kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien secara positif berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Untuk variabel kualitas pelayanan secara positif berpengaruh terhadap loyalitas baik secara langsung maupun melalui kepuasan pasien melalui kepuasan pasien. Sedangkan variable kepuasan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Dari kesimpulan tersebut diatas dengan objek penelitian pada Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang hal tersebut telah menjawab agenda penelitian yang akan dicapai.

Saran
Kualitas pelayanan
a.      Sebagian perawat masih banyak yang judes/kurang ramah dan kadang melayani dengan emosional, sehingga memberikan kesan yang negative. Maka pihak rumah sakit perlu memberikan penyuluhan maupun pengarahan kepada perawat untuk dapat memberikan pelayanan yang prima dengan niat yang tulus.
b.      Beberapa aspek dari kualitas pelayanan yang perlu diperhatikan oleh Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang adalah kecepatan dan keakuratan dalam memberikan pelayanan, kemudahan dalam merespon dan menyelesaikan komplain dari pasien serta tersedianya tenaga medis dan non medis dalam menunjang pelayanan.
c.       Perlu diciptakan suatu iklim kerja yang kondosif, sehingga kedisiplinan baik itu perawat, dokter dan tenaga non medis lainnya akan terwujud, yang berdampak terhadap terciptanya produktivitas kerja yang tinggi.
Kepuasan pasien
a.      Untuk mengetahui kepuasan pasien dapat dilakukan melalui pengumpulan informasi secara sistematis tentang respon para pasien tersebut terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Semarang.
b.      Sebaiknya perlu adanya peningkatan kecepatan dan kemudahan pelayanan baik bagi pasien yang sedang maupun yang akan melakukan rawat inap, sehingga kesan yang baik dari pelayanan akan tercipta.
c.       Pandangan dari sisi pemilik rumah sakit yang dimilikinya haruslah dapat terus mampu menjaga dan meningkatkan citra (image) dari rumah sakit, disamping harus terus meningkatkan efesiensi rencana dan sasaran organisasi rumah sakit, termasuk dapat dihasilkannya surplus atau keuntungan.
Loyalitas pasien
a.      Kurangi kebijakan-kebijakan yang kontra produktif, yang tidak memperbaiki citra, malah justru akan menjadikan kesan yang negative.
b.      Kurangi birokrasi yang berbelit-belit, sehingga pasien tidak merasa dipersulit, dengan harapan dia akan kembali jika suatu saat membutuhkan perawatan. Paling tidak dia akan merekomendasikan kepada pihak lain untuk menggunakan jasa maupun memberikan informasi yang positif tentang pelayanan Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum”.
c.       Mengembangkan budaya organisasi untuk memulai usaha dengan ” menjual solusi” dan bukan sekedar menjual produk/jasa, perawat maupun dokter di lapangan dapat memberikan nilai tambah bagi para pasien.

Tema
“Kepuasan Konsumen”

Judul
“ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DENGAN PENDEKATAN FUZZY SERVICE QUALITY DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN”

Pengarang
Much. Djunaidi
Eko Setiawan
Tri Haryanto

Latar Belakang
Semakin ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Puskesmas Kerjo Karanganyar selaku salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terlebih dahulu harus diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan kepada pelanggan selama ini telah sesuai dengan harapan pelanggan atau belum.

Perumusan Masalah
Permasalahan di dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Apakah kualitas pelayanan yang selama ini diberikan oleh perusahaan sesuai dengan harapan konsumennya”?

Tujuan Penelitian
            Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanaan pada Puskesmas Kerjo Karanganyar sudah sesuai harapan konsumen sehingga dapat mengabil keputusan untuk pembenahan pelayanan.

Metodologi Penelitian
Identifikasi Data
Dalam penelitian ini data yang diambil adalah data eksternal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua bagian:
Kuesioner persepsi pelanggan. Data ini dikumpulkan untuk mengetahui bagaimana penilaian pelanggan terhadap pelayanan diberikan oleh pihak penyedia jasa pelayanan saat ini.
1.       Kuesioner harapan pelanggan. Data ini diperlukan untuk mengetahui harapan/ keinginan pelanggan setelah menggunakan pelayanan yang ada sebagai tanggapan dan masukan kepada pihak penyedia jasa pelayanan.
2.      Kuesioner persepsi dan harapan pelanggan ini diberikan kepada responden yaitu para pengguna jasa pelayanan di Puskesmas Kerjo, Karanganyar.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup. Sedangkan data kuesioner yang diambil mencakup aspek-aspek:
1.       Tangibles (bukti langsung), meliputi penampilan fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi
2.      Reliability (keandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan
3.      Responsiveness (daya tanggap), yaitu kesediaan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan perhatian yang tepat
4.      Assurance (jaminan), merupakan karyawan yang sopan dan berpengetahuan luas yang memberikan rasa percaya serta keyakinan
5.      Emphaty (empati), mencakup kepedulian serta perhatian individual kepada para pengguna
Kelima aspek/ dimensi di atas dinilai dengan menggunakan lima kategori pengukuran:
1.       Kategori 1: sangat tidak baik/ sangat tidak memuaskan
2.      Kategori 2: tidak baik/ tidak memuaskan
3.      Kategori 3: cukup baik/ cukup memuaskan
4.      Kategori 4: baik/ memuaskan
5.      Kategori 5: sangat baik/ sangat memuaskan
Analisis data mencakup :
Uji kecukupan data
Dalam penelitian ini populasi adalah pengunjung dalam jangka waktu 1 minggu, yaitu sebanyak 185 pengunjung. Dengan menetapkan besarnya jumlah data adalah sebesar 20% dari populasi, maka diperoleh besarnya sampel yaitu 40 responden.

Uji validasi
Dari uji validitas data baik kuesioner awal maupun kuesioner akhir untuk setiap butir pertanyaan, diperoleh rhitung > rtabel, di mana pada tingkat keyakinan 0,95, rtabel kuesioner awal = 0,514 dan rtabel kuesioner akhir = 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan tersebut adalah valid.

Reability data
Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan reliability analysis yang terdapat pada SPSS for Windows versi 11.5. Koefisien korelasi yang digunakan sebagai penilaian terhadap reliabilitas instrumen adalah sebagai berikut:
a. 0,800 – 1,000 = baik
b. 0,600 – 0,799 = dapat diterima
c.< 0,600 = kurang baik
Dari hasil pengujian terhadap data kuesioner awal maupun kuesioner akhir persepsi dan harapan pelanggan, didapatkan nilai alpha pada rentang 0,600 – 0,799, sehingga kuesioner dinyatakan reliabel.

Kesimpulan dan Saran
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.       Tingkat kualitas pelayanan di Puskesmas Kerjo Karanganyar secara keseluruhan masih belum memenuhi harapan pelanggan.
2.      Untuk mencapai kepuasan pelanggan, pihak Puskesmas Kerjo Karanganyar masih perlu meningkatkan kinerja, termasuk kualitas pelayanannya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Perbaikan Jurnal


Tema                                                    
“Kepuasan Konsumen”

Judul                                               
“Studi Tentang Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Konsumen Di Rumah Sakit Islam Manisrenggo Klaten”

Pengarang                                        
Azis Slamet Wiyono
M. Wahyuddin

Latar Belakang                                            
            Latar belakang penelitiannya adalah untuk mengetahui penilaian konsumen tentang kualitas pelayanan tenaga medis, paramedic, dan penunjang medis, serta kepuasan yang dapat dirasakan. Hal ini penting sebagai acuan dalam pembenahan pelayanan agar dapat memberikan kepuasan optimal kepada konsumen.

Rumusan dan Batasan Masalah
            Bagaimanakah pengaruh kualitas pelayanan medis, kualitas pelayanan paramedis, dan kualitas pelayanan penunjang medis terhadap kepuasan konsumen/pelanggan di Rumah Sakit Islam Manisrnggo Klaten.

Tujuan  Penelitian
            Penyelesaian pada penelitian ini bertujuan bahwa hasil dari penyelesaian terhadap masalah dapat sebagai acuan bagi praktisi dan bagi pimpinan Rumah Sakit Islam Manisrenggo Klaten untuk pembenahan kualitas pelayanan.

Metodologi
1.      Populasi dan Sample à purposive sampling ( sampling tujuan )
2.      Teknik pengumpulan data à metode angket dan data primer
3.      Variabel Penelitian
§         Jenis Variabel à dependent dan independent
§         Definisi Oprasional à kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan

4.      Instrumen Penelitian à kuesioner dengan pertanyaan tertutup
5.      Metode Analisi Data à RLB, uji-t, ujiketepatan model, uji asumsi klasik

Kesimpulan
            Berdasarkan hasil analisi data dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa semua variable kualitas pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen Rumah Sakit Islam Manisrenggo Klaten. Variabel kualitas pelayanan paramedic memiliki pengaruh terbesar kemudian kualitas kenyamanan penunjang medis, dan terkecil kualitas pelayanan medis.


Saran
            Rumah Sakit Islam Manisrenggo Klaten harus secara rutin mengamati pelayanannya agar dapat mempertahankan kelebihan-kelebihan yang ada dan membenahi kekurangan-kekurangannya. Kualitas pelayanan paramedic perlu lebih diprioritaskan karena variabel ini memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan konsumen.
            Rekomendasi untuk penelitian berikutnya adalah agar mengkaji variabel lain diluar model penelitian ini. Selain itu disarankan peneliti yang akan datang agar menggunakan metode analisis data yang lebih tepat, misalnya binary logistic




































Tema
“Kepuasan Konsumen”

Judul
“Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Pendekatan Fuzzy Service Quality Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan”

Pengarang
Much. Djunaidi
Eko Setiawan
Tri Haryanto

Latar Belakang
            Semakin ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Puskesmas Kerjo Karanganyar selaku penyedia jasa pelayanan kesehatan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya.

Perumusan Masalah
            Permasalahan didalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : “ Apakah kualitas pelayanan yang selama ini diberikan oleh perusahaan sesuai dengan harapan konsumen?”

Tujuan Penelitian :
            Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan yang selama ini diberikan oleh perusahaan sesuai dengan harapan konsumen

Metodologi Penelitian
1.      Idendifikasi Data
§         Kuesioner Persepsi Pelanggan
§         Kuesioner Harapan Pelanggan
2.      Analisis Data
§         Uji Kecukupan Data
§         Uji Validasi Data
§         Uji Realiabilitas Data

Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut :
1.       Tingkat kualitas pelayanan di Puskesmas Kerjo Karanganyar secara keseluruhan masih belum sesuai harapan pelanggan.
2.       Untuk mencapai kepuasan pelanggan, pihak puskesmas Kerjo Karanganyar masih perlu meningkatkan kinerja, termasuk kualitas pelayanan.






Tema
“Kepuasan Konsumen”

Judul
“Analisis Kepuasan Konsumen Berdasarkan Tingkat Pelayanan Dan Harga Kamar Menggunakan Aplikasi Fuzzy Dengan Matlab 3.5”

Pengarang
Indah Pratiwi
Edi Prayitno

Latar Belakang
            Kualitas merupakan factor dasar yang dapat mempengaruhi pilihan konsumen untuk berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini. Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai peningkatan kualitas pelayanan. Tiap konsumen mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda, ini merupakan indicator yang baik untuk mengukur tingkat kualitas produk atau pelayanan yang mereka terima.
            Maju dan berkembanganya tempat pelayanan umum seperti penginapan tergantung dari kualitas pelayanan yang diberikan, merupakan dampak penting yang harus diperhatikan bagi pengelola pelayanan.

Rumusan Masalah
            Seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Istana berdasarkan aplikasi fuzzy pada toolbox matlab 3.5.0

Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui dan memahami penerapan aplikasi fuzzy dengan toolbox matlab 3.5.0 pada tingkat kepuasan konsumen Hotel Istana dengan input tingkat kualitas pelayanan dan tingkat harga kamar.
2.      Untuk dapat mengetahui seberapa besarkah kepuasaan yang dirasakan oleh pelanggan berdasarkan tingkat harga kamar dan tingkat kualitas pelayanan yang dirasakan pelanggan.

Metodologi
Langkah-langkah yang dilakukan adalah pada metode analitis terdapat tiga tahapan logika yaitu fuzzyfication, inferensi, defuzzyfication.

Kesimpulan dan Saran
            Pengukuran tingkat kepuasan konsumen berdasarkan pada tingkat kualitas pelayanan dan tingkat harga kamar di Hotel Istana adalah sebagai berikut:
1.      Tingkat kualitas pelayanan sudah dapat dikatakan baik.
2.      Tingkat harga kamar dikatakan murah.
3.      Tingkat kepuasan konsumen mencapai 43,9
4.      Kedua variabel input ( tingkat kualitas pelayanan dan tingkat harga kamar), masing-masing  memberikan pengaruh sebesar 55% terhadap tingkat kepuasan konsumen sebagai outpunya, jadi kedua variabel input harus sama-sama ditingkatkan sehingga akan menjadikan konsumen merasa lebih puas.

Jumat, 01 Oktober 2010

jurnal


Tema                                                    
“Biaya Pada Rumah Sakit”

Judul                                               
“Peranan Biaya Untuk Menetapkan Tarif Sewa Kamar Rawat Inap  Pada Rumah Sakit Persahabatan”

Pengarang                                        
Sari Widianingsih dan Suryadi HS.

Tahun                                                            
2009

Latar Belakang
                                                           
Menggingat biaya Rumah Sakit yang dikeluarkan  cukup besar, maka perlu dibuat suatu anggaran yang memperkirakan berapa besarnya biaya yang dikeluarkan Rumah Sakit dari beberapa jenis perhitungan biaya. Salah satunya adalah menganggarkan biaya operasional perawatan, sehingga diharapkan dapat mnegetahui pendapatan yang di terima serta dapat menentukan tarif dasar yang akan dikenakan untuk jasa rawat inap diRumah Sakit agar diperoleh tarif perawatan yang mampu bersaing dan terjangkau oleh masyarakat umum.

Rumusan dan Batasan Masalah
       
Masalah yang dibahas :
1.      Berapa biaya yang diperhitungkan oelh Rumah Sakit Persahabatan untuk menentukan penetapan harga sewa kamar ?
2.      Metode apa yang diperhitungkan dalam penetapan tarif sewa kamar rawat inap pada Rumah Sakit Persahabatan ?
3.      Faktor apa saja yang berpengaruh dalam menetapakan tarif sewa kamar rawat inap  pada Rumah Sakit Persahabatan ?

            Penulis membatasi permasalahan dalam menetapakan tariff sewa kamar rawat inap ynag dapat mencerminkan efisiemsi biaya operasional atas perawatan yang khususnya ruang rawat kelas II, dan kelas III pada Rumah Sakit Persahabatan.

Tujuan  Penelitian
Adapun tujuannya sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui biaya yang diperhitungkan oleh Rumah Sakit Persahabatan untuk penetapan harga sewa kamar.
2.      Untuk mengetahui metode apa yang digunakan dalam penetapan tarif sewa kamar inap pada Rumah Sakit Persahabatan.
3.      Untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh  dalam menetapakan tariff sewa kamar rawat inap pada Rumah Sakit Persahabatan.


Metodologi

            Dalam penulisan ini penulis menggunakan data historis dan deskriptif untuk mendapatkan gambaran umum berdasarkan pada perhitungan waktu , tenaga kerja, perhitungan material, dan perhitungan tarif sewa kamar inap pada  Rumah Sakit Persahabatan. Berdasarkan data yang diperoleh penulis maka penulis menggunakan analisis deskripsi dan data yang digunakan merupakan data kuantitatif. Metode yang digunakan untuk perhitungan tarif sewa kamar adalah dengan menggunakan metode time and material pricing dalam masalah ini variable yang saling berhubungan adalah variable tenaga kerja dan variable bahan baku. 

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil :
1.      Dalam menentukan tarif sewa kamar rawat inap, dengan menggunakan metode Time and material pricing yang digunakan sebagai dasar dalam perhitungan adalah biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung.
2.      Dalam menentukan tarif sewa kamar rawat inap pada Rumah Sakit Persahabatan, penulis menggunakan metode time and material pricing yang cocok  untuk perusahaan jasa.
3.      Faktor dalam menentukan tarif sewa kamar inap pihak rumah sakit melakukan perhitungan dengan cara memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, dan pengalokasian beban dari kelas perawatan rendah ke kelas perawatan lebih tinggi agar kelas perawatan rendah lebih memadai ( subsidi silang ).

Saran
1.      Dalam penetapan tarif ruang rawat inap sebaiknya Rumah Sakit menggunakan metode time and material pricing dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penetapan tarif rawat inap khususnya keputusan dalam pemilihn bahan baku dan tenaga kerja yag digunakan.
2.      Sebaiknya faktor dalam menentukan tarif sewa kamar selain dari subsidi silang perusahaan  juga memberikan kebijaksanaan bagi pasien yang kurang mampu dan juga memperhatikan faktor eksternal/pesaing menguasai pasar sehingga menutup peluang memperoleh laba.

jurnal


Tema
“ Analisis Faktor Eksternal dan Internal Pada Bank”

Judul
“ Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pada Bank Mandiri Yang Berkaitan Dengan Pengelolaan Dana”

Pengarang
Bambang Darmadi

Latar Belakang
            Krisis yang melanda perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 secara berangsur mulai membaik. Kondisi moneter dan perbankan yang sempat terganggu oleh krisis nilai tukar dan perbankan tentu amatlah melemahkan keberadaan bank sebagai mediator dana dalam menghidupankan perekonomian yang ada. Dan dengan semakin kompleksnya permasalahan yang  dihadapi dunia perbankan dewasa ini tingkat persaingan antar bank semakin meningkat dimana setiap bank dituntut untuk dapat memulihkan kinerja, jika bank tidak dapat memulihkan kinerjanya maka akan masuk dalam perawatan BPPN dan  terkena program retrukturisasi oleh pemerintah. Untuk dapat melakukan pemulihan kinerja bank maka diperlukan strategi yang tepat dalam mengelola dana masyarakat yang merupakan salah satu fungsi bank.

Rumusan Masalah
            Rumusan masalah yang ingin dikemukan adalah melakukan analisa internal dan eksternal dari lingkungan yang selalu berubah,

Tujuan Penelitian
             Adapun tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa internal dan eksternal terhadap masalah yang dihadapi bank dalam mengelola sumber dan penggunaan dana.

Metodologi
            Dalam penulisan ini penulis menggunakan data sekunder berupa peringkat Total Aktiva yang dimiliki dan juga peringkat kesehatan perbangkan

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil :
1.      Industri perbankan memegang peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi dalam mengerakan dana.
2.      Pada kenyataannya bank menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan pertumbuhan industri perbankan yang semakin banyak dan memiliki permodalan yang kuat.
3.      Untuk dapat menjalankan strategi pemasaran yang tepat diperlukan perpaduan strategi pemasaran yang baik antara dengan strategi produk, harga dan promosi serta pasar.
4.      Bank ini bank pemerintah harus menyadari bahwa untuk dapat bersaing dan berkembang sesuai dengan peningkatan dalam berkompetisi maka factor pemasaran perlu ditingkatkan.
5.      Kesulitan yang dihadapi bank adalah perubahan lingkungan dunia perbankan yang semakin cepat dan besarnya permasalahan yang dihadapi untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat.

Saran
a.      Semakin ketatnya persaingan didunia perbankan menuntut bank untuk terus dapat membenahi berbagai persoalan seperti masalah teknologi, sumber daya manusia dan strategi pemasaran.
b.      Sebaiknya dilakukan kerja sama dengan pihak lain atau intansi swasta lainnya dalam meningkatkan promosi melalui berbagai cara pengenalan produk dan fasilitas perbankan yang dimiliki bank Mandiri.
c.      Produk perbankan merupakan suatu produk intangible yang mana diperlukan suatu pelayanan yang baik pada setiap proses transaksi dan sesudahnya sehingga hal tersebut dapat menarik masyarakat dalam menyimpan dan menggunakan produk perbankan.

jurnal


Tema
“ Sistem Informasi Manajemen ”

Judul
“ Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian PT. Bank Mandiri TBK ”

Pengarang
Rini Wahyunigrum
Esti Setiyaningsih
Desi Pujianti

Latar Belakang
            Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan suatu totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah meliputi pengumpulan prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak. Perangkat penyimpanan meliputi pusat data, dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berhubungan, saling ktergantungan dan saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi kepegawaian.
            Sistem Informasi Kepegawaian menyediakan fasilitas pencarian data yang informative, fleksibel dan akurat untuk menghasilkan informasi yang dikehendaki.
Sistem ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1.       Front End adalah tampilan yang digunakan oleh user untuk melihat management kepegawaian tanpa memiliki hak untuk menambah ataupun merubah data.
2.       Back End adalah tampilan yang digunakan user admin untuk mengakses penuh terhadap data yang ada dalam System Management Kepegawaian

Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan dari penelitian ini :
1.      Menampung dan menyimpan data-data riwayat hidup seluruh pegawai yang bekerja pda Departemen Procurement.
2.      Memudahkan mencari data pegawai apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dan dapat langsung dicetak bila perlu.
3.      Mencetak output berupa daftar Pegawai dan Rekapitulasi.
4.      Memproses , dalam artian mencari sipa-siapa saja yang berhak naik pangkat, rotasi, mutasi dan yang sudah saatnya pension sehingga dapat dibuat proses pengajuan.

Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan melalui 4 tahap, yaitu :
1.      Tahap Penelaahan Sistem (User Requrement)
Untuk memahami kebutuhan bisnis perusahaan
2.      Tahap Perancangan Sistem
Untuk merancang system informasi sesuai dengan RDD
3.      Tahap Pengembangan Sistem
Untuk mengembangan system informasi sesuai dengan yang dirancang pada tahap kedua.
4.      Tahap Implementasi Sistem
Untuk menerapkan system informasi dalam aktifitas bisnis sehari-hari.

Kesimpulan Dan Saran
            Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dibangun denag tujuanuntuk mewujudkan suatu System Informasi Management yang terintregasi dalam suatu jaringan komputer, yang mampu menghasilkan informasi yang bermutu untuk membantu terwujudnya efektivitas organisasi.
Kesimpulan yang dapat diamabil, yaitu :
1.      Pelacakan informasi data seorang pegawai akan mudah dan cepat.
2.      Pembuatan laporan yang bersifat rutin dan berkala akan cepat dan mudah dikerjakan.
3.      Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan pensiaun dimasa yang akan datang.
4.      Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan naik pangkat dan mengetahui daftar kenaikan gaji berkala dimasa datang.
5.      Memudahkan suatu pekerjaan yng berhubungan dengan kepegawaian.
6.      Mendapat Informasi tentang keadaan pegaawai yang cepat dan akurat.
7.      Mengetahui dan  merencanakan penyebaran pegawai.
8.      Merencanakan suatu pekerjaan.
9.      Merencanakan penerimaaan pegawai baru.